MENEGUHKAN AKHLAK SEBAGAI PENDIDIKAN KARAKTER ISLAM (KAJIAN PEMIKIRAN IMAM AL-GHAZALI)

Kajian Akhlaq dari buah Karya Imam Al Ghazali

  • Habib Bawafi

Abstract

Islam memandang bahwa pendidikan adalah hak bagi setiap orang (education for all), laki-laki atau perempuan dan berjalan langsung sepanjang hayat (long life education). Tujuan dari pendidikan Islam diantaranya untuk pemahaman dan pengembangan ajaran Islam yang mendukung terhadap keberlangsungan akhlak dan moral. Sebab seorang muslim tanpa berakhlak akan tidak sempurna. Sedangkan generasi muda Islam merupakan Harapan Bangsa dan agama maka harus dibekali dengan karakter. Dengan karakter maka akan terbentuk jiwa dan perilaku yang baik.

Dalam pembentukan karakter dan akhlakul karimah Imam Ghazali pada kitab Ayyuhal Walad telah menyebutkan :

  1. Tidak memaksakan diri diluar batas kemampuan , tidak ada takalluf (pemaksaan diri) dalam agama Islam saat melakukan ibadah.
  2. Menghindari dosa, pelanggaran terhadap aturan agama atau dosa memberikan pengaruh yang tidak baik pada jiwa.
  3. Dzikir, mengingat Allah titik menumbuhkan keyakinan diri, mendekatkan komunikasi diri dengan Allah, dan menjadikan hati tidak kering.
  4. Melihat, membaca, menyimak dan memperhatikan perilaku atau sejarah keteladanan orang-orang sholeh.
  5. Ringan tangan, suka menolong dan dermawan.
  6. Lapang dada (Salamatus Shodri) hatinya dijauhkan dari dengki, iri hati, dendam, takabur prasangka buruk.
  7. Menasehati khalayak atau berdakwah/ta'lim (ngaji).
  8. Berlaku santun (al-hilmu) dan tidak tergesa-gesa.
  9. Puasa dalam arti khusus maupun puasa dalam arti umum yaitu menahan diri.

Relevansi nilai-nilai pendidikan akhlak dalam kitab Ayyuhal Walad dapat menjadi faktor pendukung bagi tujuan pendidikan Islam, pendidik, peserta didik dan metode pembelajaran yang digunakan kan sehingga tercapainya tujuan pendidikan Islam.

Published
2020-04-24
Section
Articles